MLM Dalam Timbangan Syariat

MLM Dalam Timbangan Syariat

Barricadaonline –¬†Akar MLM tidak lepas dari berdirinya Amway Corporation dan produknya Nutrilite, yaitu suplemen nutrisi untuk diet agar tetap sehat. Konsep ini dimulai pada tahun 1930 oleh Carl Rehnborg, seorang pengusaha Amerika yang tinggal di China dari tahun 1917-1927. Setelah tujuh tahun bereksperimen, akhirnya dia berhasil menemukan makanan tambahan dan memberikan temuannya kepada teman-temannya. Ketika mereka ingin dia menjualnya kepada mereka, Rehnborg berkata, “Kamu menjualnya ke temanmu, dan aku akan memberimu pesanan.” Inilah awal penggunaan MLM, yang kemudian menjadi cerita pendek. Perusahaan Rehnborg, yang mampu merekrut 15.000 penjual dari rumah ke rumah, dilarang oleh pengadilan pada tahun 1951 karena mereka melebih-lebihkan peran makanan tersebut. Ia mendirikan Rich DeVos dan Jay Van Andel, distributor utama produsen nutlite, yang mengatur lebih dari 2.000 distributor, dan mendirikan American Way Association yang akhirnya berganti nama menjadi Amway. (Lihat Semua tentang halaman MLM: 23)

Sistem kerja MLM

Secara global, sistem bisnis MLM dijalankan dengan menjaring calon pelanggan yang juga merupakan konsumen dan anggota perusahaan yang mempraktikkan MLM. Bisnis MLM dijalankan secara detail dengan cara sebagai berikut:

  • Awalnya, perusahaan berupaya mengajak konsumen menjadi anggota dengan meminta calon konsumen membeli paket produk dengan harga tertentu.
  • Dengan membeli satu paket produk perusahaan, pembeli mendapatkan formulir keanggotaan (member) perusahaan.
  • Setelah anda menjadi member, tugas selanjutnya adalah mencari calon member baru sesuai arahan diatas yaitu membeli produk perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan.
  • Anggota baru juga mempunyai tugas untuk mencari calon anggota baru dengan cara di atas yaitu membeli produk dari perusahaan dan mengisi formulir keanggotaan.
  • Jika seorang anggota dapat menarik banyak anggota baru, dia mendapat bonus dari perusahaan. Semakin banyak member yang dapat dikomunikasikan maka akan semakin banyak bonus yang didapat karena perusahaan mendapatkan keuntungan dari banyaknya member yang juga menjadi konsumen paket produk tersebut.
  • Dengan adanya member baru yang juga merupakan konsumen paket produk perusahaan, member yang berada di urutan pertama, kedua dan seterusnya akan selalu mendapatkan bonus redemption dari perusahaan karena perusahaan mendapatkan keuntungan dari kehadiran member baru tersebut.
  • Di antara perusahaan MLM, ada yang melakukan aktivitas penggalangan dana masyarakat untuk diinvestasikan di perusahaan tersebut, dengan janji meraup untung hampir seratus persen setiap bulan.

Ada beberapa bisnis MLM lain dimana seseorang bisa menjadi member, tidak harus dengan menjual produk perusahaan, tapi cukup dengan mendaftar dengan membayar biaya pendaftaran, kemudian dia harus mencari anggota lain dengan cara yang sama, semakin banyak anggota, semakin banyak lebih banyak bonus yang akan didapat perusahaan. Akhirnya memang ada sedikit perbedaan dalam sistem di setiap perusahaan MLM, tetapi ini semua tentang mencari anggota dan kemudian dia harus mencari anggota lain, semakin banyak anggota semakin banyak bonus yang didapatnya.

Perundang-undangan Syar’i Bisnis MLM

Beragamnya bentuk bisnis MLM menyulitkan hukum secara umum, namun terdapat berbagai sistem MLM yang jelas-jelas dilarang yaitu yang menggunakan sistem berikut:

  • Untuk menjual barang yang diperdagangkan dalam sistem MLM dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga yang wajar, maka hukumnya haram karena perusahaan secara tidak langsung menambahkan harga barang yang dibebankan kepada pembeli sebagai bagian dari modal dalam akad Syrka dengan memperhatikan hal tersebut. pembeli sekaligus akan menjadi anggota perusahaan jika dia berpartisipasi dalam pasar, dia akan mendapatkan keuntungan dari penebusan. Oleh karena itu, dalam praktek perdagangan MLM mengandung unsur penyamaran atau penipuan akibat adanya kerancuan antara perjanjian jual beli, syirkah dan mudlorobah, karena pembeli setelah menjadi anggota juga berfungsi sebagai karyawan yang menjual produk perusahaan kepada calon pembeli atau anggota baru yang akan memasarkan.
  • Calon member mendaftar di perusahaan MLM dengan membayar sejumlah uang, dengan syarat harus membeli produk bisnis tersebut, baik harus dijual kembali atau tidak dengan ketentuan yang telah ditentukan untuk mendapatkan poin atau bonus. Dan jika targetnya tidak tercapai, keanggotaannya akan dicabut dan uangnya hangus. Hal ini dilarang karena unsur goror (spekulasi) sangat jelas dan terdapat unsur tirani bagi anggotanya.
  • Seorang calon anggota mendaftar dengan membayar sejumlah uang, tetapi tidak ada kewajiban untuk membeli atau menjual produk perusahaan; Ia hanya berkewajiban mencari anggota baru dengan cara yang sama seperti di atas, yaitu pembayaran biaya pendaftaran. Semakin banyak anggota, semakin banyak bonus. Ini salah satu bentuk riba, karena memasukkan uang ke perusahaan lebih banyak hasilnya.

Mirip dengan yang sebelumnya, sebuah perusahaan MLM yang melakukan kegiatan penggalangan dana dari masyarakat untuk berinvestasi disana dengan janji mendapatkan bunga dan bonus dari modal. Haram karena ada unsur riba. Bisnis MLM yang memanipulasi perdagangan produknya, atau memaksa pembeli untuk mengonsumsi produknya atau yang dijual, adalah barang haram. Oleh karena itu MLM jelas dilarang. Namun, ini tidak hanya ada di beberapa MLM tetapi juga di model bisnis lainnya.

Salah satu model bisnis MLM yang sangat cocok untuk Anda join adalah Forever Healthy Indonesia